Header Ads

Nunggangi Motor Sport kok Ngeluh Pegel?

Motor sport fairing apa yang terbayang adalah akselerasi dan kecepatan di atas motor lainnya. Tapi yang dirasakan adalah pegel, sakit tangan, punggung, pinggang, dll. Sejatinya motorsport bukan untuk dikendarai lama-lama, bahkan motoGP hanya 45 menit, malah mau motoran berjam-jam. Hadeh... Coba perhatikan contoh pengendara berikut:



 
 
Dari yang muda sampai yang tua kelakuannya sama seperti itu. Kecuali orang yang tahu cara mengendarai motor sport fairing tidak akan seperti itu. Anehnya lagi motor Honda CBR yang dikenal “katanya si paling nyaman” mereka masih pasang posisi tersebut.

Itu cara yang salah untuk mengendarai motor ini, 

 

  • Posisi tangan yang lurus akan sulit untuk bermanuver. Karena tidak bisa mendorong stir untuk ke kanan atau ke kiri. Sedangkan stang menekuk kebawah.
  • Buruk untuk pergelangan tangan dan pundak, sebab keduanya menopang beban dari pinggang, sampai kepala.

Dan itulah yang rider keluhkan dengan motor jenis ini. Padahal itu kesalahan mereka sendiri. Mereka membencinya karena posisi berkendara yang menunduk seperti ini. Padahal ini posisi yang benar.


Bertumpu pada otot perut dan paha, memeluk tangki, membuat leher, tangan, dan kaki rileks. Dan memang menjadi syarat untuk mengendarai motor jenis ini, anda harus mempunyai kekuatan pada otot perut dan paha (core strenght). 

 

Rider meniru atlet pembalap dengan menunggangi motor sport, tapi tidak diimbangi dengan olahraga, fisik dan mental yang lemah tidak akan kuat berlama-lama mengendarai motor ini. Sedangkan atlet pembalap itu ada latihan fisiknya.

Faktanya rasa sakit atau pegal pada badan itu adalah sinyal yang dikatakan oleh tubuh, bahwa rider memperlakukannya dengan salah dan memaksa mengendarai motor ini dengan cara yang sama pada motor matic atau bebek.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.